Selasa, 24 September 2013

seni tari, drama, rupa dan sastra pada masyarakat batak toba

Seni Tari
Tarian yang paling terkenal dari masyarakat Batak Toba adalah tari tor-tor, tor-tor memiliki beberapa jenis dari yang menggunakan properti seperti tor-tor sawan, dan yang tanpa properti seperti tor-tor embas-embas, tor-tor juga memiliki pemaknaan tersendiri dalam menarikannya, contohnya dalam pelaksanaan upacara adat, jika akan menghadap pihak hula-hula, maka gerakan yang dilakukan adalah dengan menundukkan kepala sambil menyatukan telapak tangan layaknya menyembah dan menghadap kepada hula-hula, demikian juga pihak hula-hula akan membuka lebar kedua tangannya dan menyentuh kepala pihak yang menghadapnya layaknya seseorang yang memberikan berkat,
Di kota Medan saat ini banyak terdapat sanggar tari yang mempelajari dan melatih tor-tor Batak Toba tersebut, bukan hanya itu, dalam setiap pelaksanaan kegiata upacara adat masyarakat Batak Toba di kota Medan kegiatan manortor masih tetap dilaksanakan.

Seni Teater dan Drama
Salah satu jenis seni teater atau drama yang terdapat pada masyarakat Batak Toba adalah Opera Batak yang pendirinya adalah Tilhang Oberlin Gultom (pendiri Opera Batak akhir tahun 1920-an).
Opera Batak merupakan pertunjukan drama musikal dimana cerita-ceritanya biasanya diangkat dari kisah-kisah orang Batak yang terdahulu, seperti asal mula Danau Toba, dan lain-lain.
Di kota Medan saat ini, kesenian ini sudah sangat jarang ditemui, hanya beberapa yang masih tetap eksis, seperti yang terdapat di Taman Budaya Sumatera Utara.

Seni Sastra
Seni sastra pada masyarakat Batak Toba ada beberapa jenis, dua diantaranya adalah : umpasa dan umpama.
Umpama adalah berupa rangkaian kalimat yang berupa perumpamaan yang biasanya berisikan petuah, contohnya:
Sada ma hamu songon daion aek
Unang dua songon daion tuak
Yang berarti : Kita harus bersatu seperti rasa air, jangan terpecah seperti rasa tuak (aren).
Sedangkan umpasa adalah berupa pantun yang biasanya berisikan nasehat, harapan dan hiburan, contohnya :
Sahat-sahatni solu ma
sai sahat ma tu bontean
Sai leleng ma hita mangolu
sai sahat ma tu panggabean
yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti :
            Seperti sampan yang sampai ketepian
            kiranya kita tetap panjang umur dan
            Sampai meraih kesuksesan.

Seni sastra ini masih sering juga ditemui pada masyarakat Batak Toba di kota Medan, dimana saat pelaksanaan upacara adat, umpama maupun umpasa masih dapat kita saksikan dan kita dengarkan.

Seni Rupa
Seni rupa yang terdapat pada masyarakat Batak Toba adalah gorga, gorga adalah sebuah motif yang diukir atau dilukiskan pada dinding atau tiang pada rumah adat Batak. Penggunaan gorga tidak terbatas hanya di situ saja, gorga juga sering digunakan sebagai hiasan dalam instrumen musik tradisional seperti taganing dan garantung.


sistem kesenian pada masyarakat Batak Toba (seni musik)

Menurut Koentjaraningrat (1982:395-397), “kesenian merupakan ekspresi manusia terhadap keindahan, dalam kebudayaan suku-suku bangsa yang pada mulanya bersifat deskriptif”. Masyarakat Batak Toba memiliki berbagai macam bentuk kesenian, yaitu seni suara, seni tari, seni rupa dan seni sastra.              Seni suara merupakan suatu bentuk karya seni yang dapat dinikmati manusia melalui pendengaran, seperti seni vokal, seni instrumental, dan seni sastra. Seni vokal yang berkembang pada masyarakat Batak Toba, yaitu berupa ende mandideng yaitu musik vokal yang berfungsi untuk menidurkan anak, sedangkan seni suara melalui instrumen ada berupa bunyi atau repertoar musik tradisional yang dimainkan dengan sulim, hasapi, sarune etek, sarune bolon, garantung, saga-saga, mengmung, balobat, taganing, ogung dan lain-lain.                           
         Seni sastra terutama sastra lisan, yaitu berupa umpasa dan umpama yang paling banyak dikuasai oleh masyarakat Batak Toba.                                        
     Seni rupa adalah suatu bentuk kesenian yang dapat dinikmati melalui penglihatan (mata). Pada masyarakat Batak Toba, ini dapat dilihat dari ukiran-ukiran pada rumah Batak (Jabu Bolon) yang menghiasi tiang-tiang dan dinding. Seni tari dan gerak merupakan gabungan antara seni musik dan gerak yang dapat dinikmati oleh manusia melalui mata maupun telinga. Seni tari yang berkembang pada masyarakat Batak Toba, yaitu berupa tor-tor, monsak, dan lain-lain.

Seni Musik                                                                                              
       Musik pada masyarakat Batak Toba tercakup dalam dua bagian besar, yaitu musik vokal dan musik instrumental.                      

MusikVokal                                                                                                   
       Musik vokal tradisional pembagiannya ditentukan oleh kegunaan dan tujuan lagu tersebut yang dapat dilihat dari liriknya. Ben Pasaribu (1986 : 27-28) membuat pembagian terhadap musik vokal tradisional Batak Toba dalam delapan bagian, yaitu :
1.      Ende mandideng, adalah musik vokal yang berfungsi untuk menidurkan anak ( lullaby)
2.      Ende sipaingot, adalah musik vokal yang berisi pesan kepada putrinya yang akan menikah. Dinyanyikan pada saat senggang pada hari menjelang pernikahan tersebut.
3.      Ende pargaulan, adalah musik vokal yang secara umum merupakan “solo-chorus”, dan dinyanyikan oleh kaum muda-mudi dalam waktu senggang, biasanya malam hari.
4.      Ende tumba, adalah musik vokal yang khusus dinyanyikan saat pengiring tarian hiburan (tumba). Penyanyinya sekaligus menari dengan melompat-lompat dan berpegangan tangan sambil bergerak melingkar. Biasanya ende tumba ini dilakukan oleh remaja di alaman (halaman kampung) pada malam terang bulan.
5.      Ende sibaran, adalah musik vokal sebagai cetusan penderitaan yang berkepanjangan. Penyanyinya adalah orang yang menderita tersebut, yang menyanyi di tempat yang sepi.
6.      Ende pasu-pasuan, adalah musik vokal yang berkenaan dengan pemberkatan. Berisi lirik-lirik tentang kekuasaan yang abadi dari yang maha kuasa. Biasanya dinyanyikan oleh orang-orang tua kepada keturunannya.
7.      Ende hata, adalah musik vokal yang berupa lirik yang diimbuhi ritem yang disajikan secara monoton, seperti metric speech. Liriknya berupa rangkaian pantun dengan bentuk aabb yang memiliki jumlah suku kata yang sama. Biasanya dimainkan oleh kumpulan kanak-kanak yang dipimpin oleh seorang yang lebih dewasa atau orang tua.
8.      Ende andung, adalah musik vokal yang bercerita tentang riwayat hidup seseorang yang telah meninggal dunia, yang disajikan pada saat atau setelah disemayamkan. Dalam ende andung melodinya datang secara spontan sehingga penyanyinya haruslah penyanyi yang cepat tanggap dan trampil dalam sastra serta menguasai beberapa motif-motif lagu yang penting untuk jenis nyanyian ini.
Demikian juga Hutasoit yang dikutip oleh Ritha Ony (1988 : 13) membagi kategori musik vokal menjadi tiga jenis, yaitu:
1.      Ende namarhadohoan, yaitu musik vokal yang dinyanyikan untuk acara-acara namarhadohoan (resmi).
2.      Ende siriakon, yaitu musik vokal yang dinyanyikan oleh masyarakat Batak Toba dalam kegiatan sehari-hari.
3.      Ende sibaran, yaitu musik vokal yang dinyanyikan dalam kaitannya dengan berbagai peristiwa kesedihan atau dukacita.
Dari beberapa jenis musik vokal tersebut yang sering terdapat di kota Medan adalah jenis ende andung dan ende sibaran, dimana saat terjadi peristiwa dukacita, maka akan ada ada beberapa pihak dari keluarga yang meninggal dunia tersebut yang mengandungi jenazah orang yang meninggal dunia tersebut sebelum dimakamkan.


Musik Instrumental
Dalam musik instrumental ada beberapa instrumen yang lazim digunakan dalam ansambel maupun disajikan dalam permainan tunggal, baik dalam kaitannya dalam upacara adat, religi maupun sebagai hiburan.
Pada masyarakat Batak Toba terdapat dua ansambel musik tradisional, yaitu: ansambel gondang hasapi dan gondang sabangunan. Selain itu ada juga instrument musik tradisional yang digunakan secara tunggal.

Ansambel Gondang Hasapi
Beberapa instrumen yang terdapat dalam ansambel gondang hasapi adalah sebagai berikut:
1.      Hasapi ende (plucked lute dua senar) jenis chordophone yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dimainkan dengan cara mamiltik (dipetik).
2.      Hasapi doal (plucked lute dua senar), sama denga hasapi ende, namun hasapi doal berfungsi sebagai pembawa ritem konstan, dan berukuran lebih besar dari hasapi ende.
3.      Sarune etek (shawm), kelompok aerophone yang memiliki reed tunggal (single reed) dimainkan dengan mangombus marsiulak hosa (meniup dengan terusmenerus).
4.      Garantung, kelompok xylophone, pembawa melodi juga sebagai pembawa ritem variabel pada lagu-lagu tertentu. Dimainkan dengan cara dipalu.
5.      Hesek, instrumen idiophone sebagai pembawa tempo (ketukan dasar).

Ansambel Gondang Sabangunan
Beberapa instrumen yang terdapat dalam ansambel gondang sabangunan adalah sebagai berikut:
1.      Taganing, kelompok membranophone, dari segi teknis, instrumen taganing memiliki tanggung jawab dalam penguasaan repertoar dan memainkan melodi bersama-sama dengan sarune bolon. Walaupun tidak seluruh repetoar berfungsi sebagai pembawa melodi, namun pada setiap penyajian gondang, taganing berfungsi sebagai “pengaba” atau “dirigen” (pemain group gondang) dengan isyarat- isyarat ritme yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota ensambel dan pemberi semangat kepada pemain lainnya.
2.      Gordang (single headed drum) ini berfungsi sebagai instrumen ritme variabel, yaitu memainkan iringan musik lagu yang bervariasi.
3.      Sarune (shawm) kelompok aerophone yang doble reed berfungsi sebagai alat untuk memainkan melodi lagu yang dibawakan oleh taganing.
4.      Ogung Oloan (pemimpin atau yang harus dituruti) ogung Oloan mempunyai fungsi sebagai instrumen ritme konstan, yaitu memainkan iringan irama lagu dengan model yang tetap. Fungsi ogung oloan ini umumnya sama dengan fungsi ogung ihutan, ogung panggora dan ogung doal dan sedikit sekali perbedaannya. Ogung doal memperdengarkan bunyinya tepat di tengah-tengah dari dua pukulan hesek dan menimbulkan suatu efek synkopis nampaknya merupakan suatu ciri khas dari gondang sabangunan. Fungsi dari ogung panggora ditujukan pada dua bagian. Di satu bagian, ia berbunyi bersamaan dengan tiap pukulan yang kedua, sedang di bagian lain sekali berbunyi bersamaan dengan ogung ihutan dan sekali lagi bersamaan dengan ogung oloan. Oleh karena musik dari gondang sabangunan ini pada umumnya dimainkan dalam tempo yang cepat, maka para penari maupun pendengar hanya berpegang pada bunyi ogung oloan dan ihutan saja. Berdasarkan hal ini, maka ogung oloan yang berbunyi lebih rendah itu berarti “pemimpin” atau “Yang harus di turuti” , sedang ogung ihutan yang berbunyi lebih tinggi, itu “Yang menjawab” atau “Yang menuruti”. Maka dapat disimpulkan bahwa peranan dan fungsi yang berlangsung antara ogung oloan dan ogung ihutan dianggap oleh orang Batak Toba sebagai suatu permainan “tanya jawab”.                                                
 Ogung Ihutan atau Ogung pangalusi (Yang menjawab atau yang menuruti).               
Ogung panggora atau Ogung Panonggahi (Yang berseru atau yang membuat orang terkejut).                                                                             
Ogung Doal
5. Hesek ini berfungsi menuntun instrumen lain secara bersama-sama dimainkan. Tanpa hesek, permainan musik instrumen akan terasa kurang lengkap. Walaupun bentuk instrumen dan suaranya sederhana saja, namun peranannya penting dan menentukan sebagai pembawa tempo.    


Instrumen Tunggal                                                                        
            Instrumen tunggal adalah alat musik yang dimainkan secara tunggal yang terlepas dari ansambel gondang hasapi dan gondang sabangunan. instrumen yang termasuk instrumen tunggal dalam masyarakat Batak Toba antara lain:
1.      Sulim (transverse flute), kelompok aerophone. Dimainkan dengan meniup dari samping (side blown flute), berfungsi membawa melodi
2.      Saga-saga (jew’s harp) klasifikasi idiophone. Dimainkan dengan menggetarkan lidah dan instrumenttersebut di rongga mulut sebagai resonatornya.
3.      Jenggong (jew’s harp) mempunyai konsep yang sama dengan saga-saga, namun materinya berbeda karena terbuat dari logam.
4.      Talatoit (transverse flute), sering juga disebut salohat atau tulila. Dimainkan dengan meniup dari samping. Kelompok aerophone.
5.      Sordam (long flute) terbuat dari bambu, kelompok aerophone, dimainkan dengan ditiup dari ujung (end blown flute).
6.      Tanggeteng, alat musik yang senarnya terbuat dari rotan dan peti kayu sebagai resonatornya.
Dari ketiga jenis seni musik instrumental di atas, yang kerap ditemukan di kota Medan hanyalah ansambel gondang sabangunan, sedangkan ansambel gondang hasapi sudah sangat jarang, namun demikian terdapat juga beberapa pengggabungan antara instrumen tunggal dengan anasambel gondang hasapi yang di kota Medan sering disebut uning-uningan, juga sering digabungkan dengan instrumen musik barat seperti, keyboard, guitar, bass, drum, saxophone, trompet, yang di kota Medan sering disebut brass band atau musik tiup.






Sistem Kekrabatan masyarakat Batak Toba

Ada dua bentuk sistem kekerabatan bagi suku Batak Toba, yakni berdasarkan garis keturunan (genealogi) dan berdasarkan wilayah pemukiman (teritorial).
Bentuk sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan (genealogi) terlihat dari silsilah marga mulai dari Si Raja Batak, dimana semua suku bangsa Batak memiliki marga. Sedangkan kekerabatan berdasarkan wilayah pemukiman yang terlihat dari terbentuknya suatu tradisi adat-istiadat di setiap wilayah.
Untuk menggambarkan betapa kedua bentuk kekerabatan ini memiliki daya rekat yang sama, ada perumpamaan dalam bahasa Batak Toba yang berbunyi: Jonok dongan partubu jonokan do dongan parhundul. Artinya, semua orang mengakui bahwa hubungan garis keturunan adalah sudah pasti dekat, tetapi dalam sistem kekerabatan Batak lebih dekat lagi hubungan karena bermukim di satu wilayah.
Begitu juga dengan masyarakat Batak Toba yang bermukim di kota Medan, kekerabatan mereka menjadi sangat “kental”, dikarenakan merasa dalam satu wilayah perantauan yang sama, dan memiliki ikatan yang erat sesama masyarakat Batak Toba, walaupun mereka kebanyakan bukan dari garis keturunan yang sama (semarga), namun kedekatan sesama masyarakat Batak Toba di kota Medan tetap terjalin dengan sangat baik, hal ini terbukti dari setiap pelaksanaan upacara adat, maupun upacara keagamaan yang dilaksanakan masyarakat Batak Toba di kota Medan, dimana saat upacara berlangsung maka masyarakat Batak Toba yang ada di wilayah tersebut akan turut berpartisipasi dan menghadiri acara tersebut.
Masyarakat Batak memiliki falsafah atau azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni Tungku nan Tiga atau dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu, yakni Hula-hula, Dongan Tubu dan Boru.
  • Hula-hula adalah pihak keluarga dari isteri. Hula-hula ini menempati posisi yang paling dihormati dalam pergaulan dan adat-istiadat Batak (semua sub-suku Batak). Sehingga kepada semua orang Batak dipesankan harus hormat kepada Hulahula (Somba marhula-hula).
  • Dongan Tubu disebut juga Dongan Sabutuha adalah saudara laki-laki satu marga. Arti harfiahnya “lahir dari perut yang sama”. Mereka ini seperti batang pohon yang saling berdekatan, saling menopang, walaupun karena saking dekatnya terkadang saling “gesek”. Namun pertikaian tidak membuat hubungan satu marga bisa terpisah. Diumpamakan seperti air yang dibelah dengan pisau, kendati dibelah tetapi tetap bersatu. Namun demikian kepada semua orang Batak (berbudaya Batak) dipesankan harus bijaksana kepada saudara semarga. Diistilahkan, manat mardongan tubu.
  • Boru adalah pihak keluarga yang mengambil isteri dari suatu marga (keluarga lain). Boru ini menempati posisi paling rendah sebagai “parhobas” atau pelayan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun (terutama) dalam setiap upacara adat. Namun walaupun burfungsi sebagai pelayan bukan berarti bisa diperlakukan dengan semena-mena. Melainkan pihak boru harus diambil hatinya, dibujuk, diistilahkan dengan elek marboru.
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak Toba pasti pernah menjadi Hula-hula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual. Sehingga dalam tata kekerabatan, semua orang Batak harus berperilaku 'raja'. Raja dalam tata kekerabatan Batak Toba bukan berarti orang yang berkuasa, tetapi orang yang berperilaku baik sesuai dengan tata krama dalam sistem kekerabatan Batak Toba. Maka dalam setiap pembicaraan adat selalu disebut Raja ni Hulahula, Raja ni Dongan Tubu dan Raja ni Boru. Falsafah tersebut masih berlaku dan dipegang teguh oleh masyarakat Batak Toba



Senin, 23 September 2013

Sebelah sayang

Sebelah sayang

14 September 2009 pukul 3:10
Terbitan terbaru dr sebuah perasaan yg berkecamuk, dan bergejolak, terlalu pun smpai terasa mumet otak ini, dmn kah makna pelukan, ciuman, belaian, dan kasih sayang? Jawab ku adalah d sbelah nya, yg adalah tmpt untuk nafsu, amarah, benci, dan kebodohan, yg walaupun d sblah nya, tp sbnarnya, mreka smua pada ruangan yg sama, yaitu manusia dan cinta nya yg tak kalah egois nya dngn dunia dan alam nyata nya, maka biar lah masalah tetap ada, biarlah duka tetap terasa, biar lah tangis tetap terjaga, karena keindahan nya, kt tau saat smua itu adalah tawa, dr lelucon kehidupan yang kt tempah, kt ukir, dan kt awet kan bersama, bkn salah ku, bkn salah mu, bkn jg salah siapa2, tetapi bgt lah ada nya.

Welly, 140909, tenga malam

Sebelah sayang

14 September 2009 pukul 3:10
Terbitan terbaru dr sebuah perasaan yg berkecamuk, dan bergejolak, terlalu pun smpai terasa mumet otak ini, dmn kah makna pelukan, ciuman, belaian, dan kasih sayang? Jawab ku adalah d sbelah nya, yg adalah tmpt untuk nafsu, amarah, benci, dan kebodohan, yg walaupun d sblah nya, tp sbnarnya, mreka smua pada ruangan yg sama, yaitu manusia dan cinta nya yg tak kalah egois nya dngn dunia dan alam nyata nya, maka biar lah masalah tetap ada, biarlah duka tetap terasa, biar lah tangis tetap terjaga, karena keindahan nya, kt tau saat smua itu adalah tawa, dr lelucon kehidupan yang kt tempah, kt ukir, dan kt awet kan bersama, bkn salah ku, bkn salah mu, bkn jg salah siapa2, tetapi bgt lah ada nya.

Welly, 140909, tenga malam